WAHDAH BANDUNG

FORUM KOMUNIKASI WAHDAH ISLAMIYAH BANDUNG
 
IndeksPortalFAQPendaftaranLogin

Share | 
 

 Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
ABUL MIQDAD
Moderator
Moderator
avatar

Jumlah posting : 90
Registration date : 18.03.08

PostSubyek: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz   Fri Jul 04, 2008 4:50 pm

Nama beliau adalah: Abdul Aziz bin Abdullah bin Abdurrahman bin Muhammad bin Abdul Aali Bazforum.wahdahbandung.com (sebagaimana yang diimlakkan oleh beliau sendiriforum.wahdahbandung.com (Lihat Imamul ‘Ashar halforum.wahdahbandung.com 9-14, oleh Drforum.wahdahbandung.com Nasir bin Musfir az-Zahrani)



Kelahiran Beliau
Bulan Dzulhijjah 1330 Hforum.wahdahbandung.com


Syaikh-Syaikh Tempat Beliau Belajar

as-Syaikh Muhammad bin Abdullathif bin Abdurrahman bin Hasan bin Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah, as-Syaikh Shalih bin Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Hasan bin Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab (qadhi Riyadh) rahimahullahas-Syaikh Sa’ad bin Hamd bin Faris bin ‘Athiq (qadhi Riyadh), as-Syaikh Hamd bin Faris wakil Baitul Mal Riyadh), as-Syaikh Sa’ad Waqqash al-Bukhari (guru tajwid beliau pada tahun 1355 H), Samahatu as-Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullathif Aalu as-Syaikh (tempat beliau menimba berbagai macam disiplin ilmu Syari’at mulai tahun 1347-1357 H)forum.wahdahbandung.com

Jabatan yang Pernah Beliau Laksanakan

Qadhi di daerah al-Kharaj semenjak tahun 1357-1371 H, mengajar di Ma’had al ‘Ilmi di Riyadh pada tahun 1372 H dan fakultas Syari’ah di Riyadh setelah dibentuknya fakultas tersebut pada tahun 1373 H (dalam mata pelajaran ilmu fiqh, tauhid dan hadits, dan jabatan ini beliau tekuni sampai tahun 1380 H)forum.wahdahbandung.com

Pada tahun 1381 H beliau ditunjuk sebagai wakil Rektor Universitas Islam Madinah hingga tahun 1390 H, diangkat menjadi Rektor Universitas tersebut pada tahun 1390 H setelah wafatnya as-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Aalu as-Syaikh rahimahullah pada bulan Ramadhan 1389 H, kemudian beliau tetap memegang jabatan tersebut sampai tahun 1395 H, dan terakhir pada tanggal 14-10-1395 H keluar Surat Keputusan Kerajaan untuk mengangkatnya sebagai pimpinan umum untuk bagian Pembahasan Ilmiyah, Fatwa Dakwah dan Irsyad (kemudian tersebut berubah menjadi Mufti Umum Kerajaan setelah dibentuknya Kementrian Urusan Islam, Waqaf, Dakwah dan Irsyad pada tahun 1414 H)forum.wahdahbandung.com

Kemudian beliau juga menyebutkan, bahwa di samping tugas tersebut di atas, beliau juga menjabat sebagai anggota pada beberapa Majelis Islamiyah yang berskala internasional, seperti:

* Anggota Perkumpulan Ulama Besar Kerajaan Arab Saudi,

* Kepala Badan Tetap Pembahasan Ilmiyah dan Fatwa pada lembaga di atas,

* Anggota dan kepala majelis pendiri Rabithah Alam Islami,

* Kepala pada Majma’ al-Fiqhi al-Islami yang berpusat di Mekkah al-Mukarraamah yang merupakan bagian dari Rabithah Alam Islami,

* Anggota pada majelis tertinggi di Universitas Islam Madinah,

* Anggota pada majelis tinggi Da’wah Islamiyah Kerajaan Arab Saudiforum.wahdahbandung.com

Karangan-karangan beliau, sebagian kecilnya antara lain:

* Al-Fawaid al-Jalilah fi al-Mabahits al-Fardhiyah

* At-Tahdzir minal Bida’

* Al-‘Aqidah ash-Shahihah wamaa Yudhaadhuha

* Al-Jihad fi Sabilillah

* Ad-Da’watu Ilallah wa Akhlaaqu ad-Du’at

* Al-Jawabul Mufid fi Hukmi at-Tashwiir

* Wujuubu Tahkiimi Syar’illahi wa Nabdzu maa Khaalafahu

* Dllforum.wahdahbandung.com


Wafatnya

Beliau wafat pada subuh Kamis 27 Muharram 1420 H di kota Thaaif, dishalatkan pada hari Jumat (28 Muharram 1420 H) di Masjid Haram, dan dimakamkan di pemakaman al-‘Adl Makkah Mukarramahforum.wahdahbandung.com Semoga Allah merahmatinya dengan rahmat-Nya yang luas dan memasukkannya ke dalam surgaforum.wahdahbandung.com (Imamul ‘Ashar Drforum.wahdahbandung.com Nasir az-Zahrani)

Asy-Syaikh Bin Baz dan Sifat Dermawannya

Dermawan adalah di antara sifat yang dimiliki oleh para nabi ‘alaihimussalamforum.wahdahbandung.com Begitu pula halnya nabi kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling dermawan, makhluk yang paling memiliki sifat memberi, orang yang paling agung pemberiannya, dan manusia yang paling sempa dalam memberi, sehingga Jabir radhiallahu’anhu berkata:

Artinya: “Belum pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dimintai sesuatu (kepadanya) kemudian beliau menjawab: ‘Tidak’forum.wahdahbandung.com”

Dari Anas radhiallahu‘anhu beliau berkata:

Artinya: “Sesungguhnya seorang laki-laki telah meminta kambing (yang jumlahnya) memenuhi (lembah) antara dua gunung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau memberikannya kepada orang tersebut, lalu laki-laki itu datang menemui kaumnya dan berkata,’Wahai kaumku! Masuklah kamu sekalian ke dalam Islam, demi Allah! Sesungguhnya Muhammad akan memberikan suatu pemberian (bila kamu sekalian masuk Islam) dan dia tidak pernah takut miskin (karena memberi)”forum.wahdahbandung.com

Shahih Muslim hadits noforum.wahdahbandung.com 5975 [syarah Imam Nawawi cetforum.wahdahbandung.com Dar al-Ma’rifah Beirut Tahun 1418 H/ 1997]

Disebutkan dalam “Imamul ‘Ashar ibnu Baz wa al-Albani” halforum.wahdahbandung.com 13, bahwa pernah seorang mujahid diutus menemui beliau (untuk meminta sumbangan), namun yang ada adalah sebuah benda yang sangat penting miliknya, maka beliau pun menjual barang tersebut dan memberikan hasil penjualannya kepada mujahid itu untuk dimanfaatkan di jalan Allah ‘Azza wa Jallaforum.wahdahbandung.com

Beliau tidak mengizinkan bagi orang yang datang berkunjung kepadanya untuk permisi pergi, kecuali setelah makan siang atau makan malam bersamanya, istimewa apabila yang berkunjung itu adalah musafir atau datang sengaja dari daerah jauhforum.wahdahbandung.com (Imamul ‘Ashar Drforum.wahdahbandung.com Nasir Zahrani halforum.wahdahbandung.com 99)

Berkata salah seorang sahabat karib as-Syaikh bin Baz yang bersama Sa’ad bin Abdul Muhsin (orang ini lebih tua sepuluh tahun dari as-Syaikh bin Baz), “Dahulu ketika masa mudanya, beliau (Bin Baz) belajar dengan as-Syaikh al-‘Allaamah Muhammad bin Ibrahim rahimahullahforum.wahdahbandung.com Apabila pulang dari belajar dan di jalan bertemu dengan seseorang penuntut ilmu atau orang yang merantau atau tamu ataupun tetangga, maka beliau berusaha sekuatnya untuk mengajak orang tersebut masuk ke rumahnya untuk makan bersamanya, padahal beliau adalah seorang yang miskin dan kurang persediaan makanan, hal ini terus-menerus berkelanjutan selama hidupnya, bahkan beliau merasa sedih apabila tidak ada seorang tamu pun yang menyertainya makan”forum.wahdahbandung.com

Tiga tahun sebelum wafatnya beliau, setelah safar ke Mekkah dan kembali ke kota Thaaif, seperti biasanya beliau membuka pintu rumah dengan harapan agar orang-orang datangforum.wahdahbandung.com Akan tetapi teyata tamu dan orang-orang fakir miskin tidak ada yang datang ke rumahnya (untuk makan bersamanya) karena kebanyakan mereka tidak mengetahui beliau telah kembali, serta-merta beliau pun berduka-cita sembari bertanya kepada orang-orang yang membantunya, “Apa hal yang terjadi pada orang-orang sehingga mereka tidak datang? Apakah kamu sekalian katakan bahwa saya capek (baru pulang), ataukah kamu sekalian pernah menutup pintu di hadapan mereka, atau adakah sebab lain?” Mereka menjawab, “Wahai Tuan Syaikh, kebanyakan mereka belum menetahui kalau Anda telah sampai dan sebagian yang lain ingin untuk beristirahat pada hari-hari raya pertama ini”forum.wahdahbandung.com Beliau berkata, “Pergi beritahukan masyarakat, para tetangga bahwa syaikh mengundang kamu sekalian, dan rumahnya terbuka untuk anda sekalian”forum.wahdahbandung.com (Imamul ‘Ashar Drforum.wahdahbandung.com Nasir Zahrani halforum.wahdahbandung.com 101)

Semua Sejajar di Sisinya

Pernah suatu ketika sebagian orang datang menemui beliau dan berkata kepadanya, “Wahai Tuan Syaikh, ada sebagian orang berpangkat berpendapat bahwa ketika beliau duduk bersama orang-orang ketika makan siang atau makan malam dan lainnya, yang duduk menemui Tuan ada buruh, pegawai, ada Arab ada pula orang ‘ajam dan orang-orang miskin, bahkan ada pula orang-orang hitam; hal seperti ini membuat kurang enak di hati para penziarah dan tamu-tamu besarforum.wahdahbandung.com Maksud kami bukanlah mengusulkan supaya Tuan tidak usah memberi orang-orang tersebut makan dan menutup pintu bagi mereka, akan tetapi alangkah baiknya kalau bagi mereka disediakan tempat makan dan minum tersendiri sedangkan Tuan dan orang-orang yang istimewa berada pada suatu tempat yang khusus pula”forum.wahdahbandung.com Seketika itu muka syaikh langsung berubah, (muka tidak senang) karena mendengar ucapan orang tersebut, dan beliau berkata, “Miskin…miskin…(aduhai malangnya, aduhai malangnya), orang yang berpendapat seperti ini belum mengecap lezatnya bergaul dengan orang-orang miskin dan makan bersama orang-orang fakir, saya tidak akan meninggalkan kebiasaan ini dan saya tidak memiliki orang-orang istimewaforum.wahdahbandung.com Bagi yang sanggup duduk bersama saya dengan ditemani oleh orang-orang fakir miskin itu silakan duduk, barangsiapa yang tidak betah, maka tidak ada paksaan”forum.wahdahbandung.com (Imamul ‘Ashar Drforum.wahdahbandung.com Nasir Zahrani halforum.wahdahbandung.com 93)

Ibnu Baz Sebagai Bapak Bagi Orang Miskin

Seorang miskin dengan pakaian ala kadaya yang berasal dari Afrika datang menanyakan beliau pada musim haji yang terakhir (musim haji sebelum beliau meninggal dunia)forum.wahdahbandung.com Orang tersebut bertanya, “Mana as-Syaikh Bin Baz?”, maka dikatakan kepada orang tersebut, bahwa beliau tidak sanggup pergi hajiforum.wahdahbandung.com Orang negro itu balik ditanya, “Anda mau apa?”, orang itu menjawab, “saya tidak menginginkan apa pun dari Anda, hanya saha saya adalah seorang miskin sedangkan as-Syaikh adalah bapak bagi orang-orang miskin”forum.wahdahbandung.com (Imamul ‘Ashar Drforum.wahdahbandung.com Nasir Zahrani halforum.wahdahbandung.com 190)



Sebagai penutup kami merasa perlu menyampaikan bahwa riwayat-riwayat ini mungkin hanya seperseribu riwayat yang mengungkapkan tentang alangkah indahnya kehidupan beliauforum.wahdahbandung.com Mudah-mudahan dalam kesempatan lain ada di antara saudara kita bersedia menggoreskan tintanya tentang keilmuan, ketakwaan, amanah, santunnya beliau dan lain-lainnyaforum.wahdahbandung.com Sehingga tersimpullah bagi kita yang pemula, “Kalau sekiranya Ibnu Baz seorang imam kaum Muslimin yang hidup seribu lima ratus tahun setelah Rasulullah wafat, maka bagaimana halnya dengan orang yang menurunkan warisan semua ilmu para ulama, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?, semoga Allah Ta’ala mengaruniakan pemahaman yang benar dan ketakwaan yang sempua kepada kita dan kepada seluruh kaum Muslimin, amin! Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baikforum.wahdahbandung.com



Maraji’:

1forum.wahdahbandung.com Al-Quraanul Karim dan terjemahnnya

2forum.wahdahbandung.com Shahih Imam Bukhari

3forum.wahdahbandung.com Shahih Muslim syarah Imam Nawawi

4forum.wahdahbandung.com Tafsir Thabari

5forum.wahdahbandung.com Imamul ‘Ashar [Drforum.wahdahbandung.com Nasir bin Musfir az-Zahrani]

6forum.wahdahbandung.com Imama al-‘Ashar Ibnu Baz wa al-Albani [Ma’had Imam Bukhari lis-Syari’ah Islamiyah] Libanonforum.wahdahbandung.com

Oleh Abu Yahya Ahmad Rahimi

Dikutip dari wwwforum.wahdahbandung.comhatibeningforum.wahdahbandung.comcom[scroll]
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
WAHDAH BANDUNG :: WAHDAH FOR YOU :: TELAGA ILMU :: Kisah Hikmah-
Navigasi: